Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., menerima audiensi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara di Ruang Kerja Kapolda, Kamis (5/11/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Maluku Utara, mulai dari pembinaan karakter siswa, penanganan permasalahan guru dan orang tua, hingga kerja sama pelestarian budaya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Karo Ops Polda Maluku Utara Kombes Pol. Teguh Kariyadi, S.I.K., Dir Resnakoba Polda Maluku Utara Kombes Pol. Azhar Nugroho, S.H., S.I.K., M.Si., serta Koorspripim Polda Maluku Utara Kompol Ikhwan Syukri, S.H., S.I.K., M.H. Sementara dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara hadir Kepala Dinas Dr. Abubakar Abdullah, M.Si., beserta sejumlah kepala bidang dan pejabat fungsional.
Dalam sambutannya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi kepada Kapolda atas kunjungan ke sekolah-sekolah untuk menjadi inspektur upacara dan memberikan arahan kepada para siswa. Terkait pembinaan karakter, Dinas Pendidikan memohon dukungan Kapolda pada sejumlah kegiatan, termasuk peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang.
Selain itu, Dinas Pendidikan mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti kesulitan SMK di Maluku Utara dalam menjalin kerja sama dengan pihak industri, serta mendesaknya perlindungan terhadap warisan budaya yang terancam punah. Dinas Pendidikan juga melihat peluang peningkatan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) melalui kerja sama dengan Polda Maluku Utara, khususnya bagian psikologi dan hukum.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan bahwa seluruh masukan akan ditindaklanjuti. Terkait permintaan mengajar di sekolah dalam rangka Hari Guru, Kapolda menyatakan siap dan dapat dijadwalkan.
“Kami memiliki program Generasi Emas yang selaras dengan program Kapolri Polisi Peduli Pendidikan. Oleh karena itu, kami turun langsung ke sekolah-sekolah, baik sebagai inspektur upacara maupun untuk memberikan materi kepada para siswa,” ujar Kapolda.
Kapolda juga mengingatkan adanya tren yang perlu diwaspadai terkait kelompok anak-anak yang mulai terpapar paham radikalisme. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh dianggap sepele. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat beberapa individu yang telah teridentifikasi dan sudah dilakukan pendekatan untuk diberikan pembinaan.
“Anak-anak yang terpengaruh tersebut pada dasarnya merupakan korban dari berbagai permasalahan, seperti perpisahan orang tua, kurangnya perhatian keluarga, hingga munculnya rasa dendam,” jelasnya.
Selain radikalisme, Kapolda menyoroti bahaya narkoba yang menjadi perhatian serius. Ia menegaskan agar generasi muda tidak gagal menjadi generasi emas akibat terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
Kapolda juga menyarankan agar guru BK yang biasanya lebih memahami karakter dan perilaku siswa dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terdapat siswa yang menunjukkan perubahan perilaku atau gejala tidak seperti biasanya, untuk dilakukan pendekatan dan pembinaan.
Tak hanya itu, Kapolda mendorong pihak Dinas Pendidikan untuk menjajaki kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga para siswa yang baru lulus dapat mengembangkan minat, bakat, dan keterampilannya melalui program pelatihan yang tersedia secara gratis.
Bidhumas Polda Maluku Utara, 5 November 2026