Kepolisian Resor Pulau Taliabu bersama unsur TNI, Pemda, Damkar dan masyarakat terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Salati dan Desa Nggele, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR., CBA., mengatakan bahwa personel Polres Pulau Taliabu bersama tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pemadaman, pendinginan dan pemantauan terhadap titik-titik api.
“Polri bersama seluruh unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke wilayah perkebunan masyarakat. Personel juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.
terdapat empat titik api di wilayah Desa Salati, yakni Gunung Gabungan, Gunung Manatahan, Gunung Dusun dan Gunung Pasir Putih. Sementara di Desa Nggele terdapat dua titik api, termasuk di kawasan Gunung Pulo-Pulo, Rabu, (7/10),
Polri bersama tim gabungan melakukan pemadaman secara bergantian di lokasi yang masih terdapat api maupun bara. Kondisi kebakaran secara umum mulai menurun, namun hembusan angin yang cukup kencang masih menjadi faktor yang dapat menyebabkan api kembali membesar dan merambat.
Dalam penanganan tersebut, personel Polres Pulau Taliabu juga aktif melakukan pemantauan perkembangan Karhutla, membantu proses pemadaman serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan bantuan selama kondisi darurat.
Selain melakukan penanganan kebakaran, Kapolres Pulau Taliabu bersama personel turut menyalurkan bantuan sosial berupa makanan dan minuman kepada masyarakat yang terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa. Estimasi luas lahan yang terbakar di wilayah Desa Salati mencapai sekitar 42,5 hektare, dengan tanaman cengkeh yang terdampak diperkirakan sekitar 3.826 pohon. Sementara kerugian di Desa Nggele masih dalam proses pendataan.
Kebakaran di Desa Salati juga berdampak terhadap jaringan pipa PDAM sehingga aliran air bersih kepada masyarakat mengalami gangguan. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Polri bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan sampai situasi benar-benar aman dan terkendali,” kata Kabid Humas.
Polda Maluku Utara menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat dalam penanganan Karhutla, baik melalui pemadaman dan pengamanan di lokasi, pemantauan perkembangan situasi, koordinasi lintas instansi maupun pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak.
Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara 7 Oktober 2026