Halmahera Tengah, 15 September 2026 – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Polres Halmahera Tengah bersama personel Polsubsektor Weda Tengah dan Emergency Response Team (ERT) PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di belakang Bukit Kafe Ratu 2, Jalan Trans Kobe, Dusun Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., M.H., melalui jajaran Satgas Karhutla Polres Halteng, menegaskan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan unsur terkait guna mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kebakaran terjadi pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 19.00 WIT. Api pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial R.T.K. (27) yang saat melintas di Jalan Trans Kobe melihat kobaran api di atas bukit belakang Kafe Ratu 2.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada anggota piket Polsubsektor Weda Tengah. Sekitar pukul 19.15 WIT, personel Polsubsektor Weda Tengah bersama personel BKO Sat Samapta Polres Halteng langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Sekitar pukul 20.15 WIT, tim ERT PT IWIP tiba di lokasi dan bersama personel gabungan Polres Halteng melaksanakan upaya pemadaman. Dalam penanganan tersebut dikerahkan satu unit mobil Water Tank, dua unit mobil Shecmen milik PT IWIP, 10 personel Department Fire Rescue PT IWIP serta tujuh personel gabungan Polres Halteng.
Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. Sekitar pukul 23.00 WIT, dua unit mobil Shecmen PT IWIP tiba di lokasi dan turut memperkuat proses pemadaman.
Berkat sinergi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 02.00 WIT, api berhasil dipadamkan. Situasi di sekitar lokasi kebakaran kemudian dinyatakan aman dan terkendali.
Berdasarkan hasil penanganan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 4 hektare. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan, sedangkan nilai kerugian masih belum dapat ditaksir.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat di atas bukit dan kemudian merambat ke arah Jalan Trans Kobe. Kondisi lahan yang kering disertai hembusan angin diduga menyebabkan api cepat menjalar dan meluas.
Kapolres Halteng AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya dalam kondisi cuaca dan lahan yang kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Polres Halmahera Tengah melalui Satgas Karhutla akan terus meningkatkan patroli, pemantauan dan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah.