Polres Ternate memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Ternate, (7/9). Kemarin
Langkah tersebut menjadi perhatian serius Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., yang meminta seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kehadiran di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli, pemantauan wilayah, serta penyampaian imbauan secara langsung kepada warga.
Kapolres menegaskan bahwa upaya menjaga situasi kamtibmas tidak hanya dilakukan ketika terjadi gangguan, tetapi harus mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini. Personel diminta memetakan lokasi yang berpotensi terjadi karhutla maupun gangguan kamtibmas sehingga dapat dilakukan tindakan antisipatif.
“Saya minta seluruh jajaran tidak hanya menunggu adanya kejadian. Lakukan patroli, pantau wilayah dan bangun komunikasi dengan masyarakat. Setiap potensi gangguan harus dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” tegas AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.
Dalam pencegahan karhutla, personel juga diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak pembakaran terbuka. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.
Kapolres secara khusus meminta Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan kegiatan sambang dan menyampaikan edukasi kepada masyarakat di wilayah binaannya. Kedekatan Bhabinkamtibmas dengan warga dinilai penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Bhabinkamtibmas harus menjadi penghubung yang aktif antara Polri dan masyarakat. Sampaikan imbauan secara masif, ajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera laporkan apabila menemukan potensi kebakaran ataupun gangguan keamanan,” ujar Kapolres.
Tidak hanya fokus pada karhutla, peningkatan patroli juga diarahkan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, gangguan ketertiban, serta berbagai aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. Dengan patroli yang dilakukan secara rutin dan terarah, potensi gangguan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
AKBP Anita Ratna Yulianto menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mencegah terjadinya bencana akibat kelalaian manusia.
“Pencegahan adalah langkah utama. Kami ingin seluruh personel hadir, melihat kondisi di lapangan, berkomunikasi dengan masyarakat dan mengambil tindakan sebelum masalah berkembang menjadi lebih besar. Polres Ternate berkomitmen menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara, 8 September 2026