Polres Kepulauan Sula bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kepulauan Sula dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar kegiatan Ijtima Pengurus dan Silaturahmi Stakeholder PCNU Kabupaten Kepulauan Sula, pada Selasa (18/8). Kegiatan ini berlangsung di Caffe Waimua, Desa Falahu, Kecamatan Sanana.
Pertemuan tersebut dihadiri Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres, S.H., S.I.K., Ketua PCNU Kabupaten Kepulauan Sula, Safrudin Sapsuha, S.Hi., M.H., Kepala Satuan Intelkam Polres Kepulauan Sula, IPTU Hajrun Ismail, S.H., serta sejumlah pengurus PCNU, tokoh agama, tokoh pendidikan, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Kepulauan Sula, Safrudin Sapsuha, menyampaikan bahwa komitmen terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bagian integral dari perjuangan Nahdlatul Ulama. Ia menekankan bahwa rasa cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi rakyat.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya penguatan silaturahmi dan kolaborasi antara PCNU, pemerintah, TNI-Polri, serta berbagai lembaga sosial dalam merespons dinamika persoalan yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Ketua STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain perlunya perhatian terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, serta pemerataan pelayanan kesehatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres, S.H., S.I.K., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya hubungan harmonis antara Polri dan Nahdlatul Ulama. Ia menilai sinergi ini perlu terus ditingkatkan melalui kerja sama konkret di lapangan, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun dalam mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Hubungan baik antara Polri dan NU yang selama ini telah terjalin akan terus kami perkuat. Ke depan, kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata guna membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat,” ujar Kapolres.
Dalam forum diskusi, turut dibahas sejumlah isu sosial strategis, antara lain penguatan literasi masyarakat dan generasi muda dalam menghadapi bahaya radikalisme di media sosial, upaya pencegahan perkawinan dini, penanggulangan peredaran minuman keras, keterbatasan tenaga medis di beberapa puskesmas, serta berbagai kendala pelayanan publik dan pembangunan di tingkat desa.
_Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara, 22 Agustus 2026_